My First Car

My First Car

Hmmm … Setelah memimpikan sekian lama, Alhamdulillah kesampaian juga punya mobil … beli sendiri, pake sendiri…

Tanggal 27 Februari 2009 …

Di hari itu, motor dah sekian lama ditayangkan dalam iklan untuk dijual … tapi, kok ya nggak laku-laku…
Motor Thunder warna hitam 05 … niatnya dijual untuk beli mobil. So simple …

Karena sampai hari itu motor belum laku, dan di hari sabtu itu ngerasa BT di rumah yang panas, kuputuskan jalan-jalan untuk cari mobil. Buka-buka poskota, maka diputuskan mengunjungi alamat pertama penjual mobil adalah di daerah Tebet.

Pandangan pertama liat vantrend silver yang lagi ditongkrongin disitu, langsung sreg… setelah ngobrol ngalor ngidul plus tawar-menawar, diputuskan bahwa mobil itu akan kubeli dengan catatan saya akan jual motor dulu. Dan uang tanda jadi pun dibayarkan.

Pk. 16:00
Setelah tanda jadi dibayarkan, motor segera dipacu ke dealer motor bekas yang ada di daerah casablanca … ga cocok harganya … ke cipinang, … ga cocok harganya, … ke kali malang, lagi-lagi ga cocok harganya. Akhirnya, di daerah Condet motor berhasil dijual di salah satu dealer disana.

Begitu terima duit, maka segera kuminta sopir taksi mengantar ke Tebet untuk melunasi pembayaran dan sekalian ambil my “new” car

Akad jual-beli dilakukan, dan Alhamdulillah, jadi juga punya mobil … Vantrend ‘94 Silver

My First Car ... di Puncak

My First Car

<

OUTSOURCING DAN PKWT

Sistem Outsourching

Diawal, saya rasa perlu menguraikan terlebih dulu dasar filosofi tentang keberadaan sistem outsourching

Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, seringkali terdapat pekerjaan yang sifatnya proyek. Artinya, pekerjaan itu hanya ada selama pengerjaan suatu proyek, dan akan berakhir ketika proyek tersebut berakhir. Oleh karena itu, untuk perusahaan-perusaha an yang bisnisnya sebagian besar berupa proyek-proyek, misalnya : perusahaan konstruksi (proyek pembangunan infra struktur), Event Organizer (pekerjaan hanya ketika ada event) cenderung akan membutuhkan banyak tenaga kerja ketika proyek berlangsung, dan memiliki kebutuhan untuk mengakhiri hubungan kerja dengan para pegawainya ketika proyek selesai. :) Baca selebihnya »

Strategi Perusahaan dan Fresh Graduate

Suatu kata seorang rekan Berkata :
"Biasanya perusahaan itu kan butuh orang yang biasanya udah "siap pakai".
Pertanyaan saya adalah bagaiamana yah atau apa yang bisa kita lakukan
supaya para user ini mau ngasih sedikit waktu untuk ngajarin teman2 yang
baru lulus? Walau kita tau pekerjaan selalu banyak setiap harinya :(
Tempat saya bekerja jarang banget nerima yang fresh graduate karena yah
itu...susah ngajarinnya? " :) Baca selebihnya »

Jakarta oh Jakarta … manusia kok seperti baut …

Disana rumahku

Dalam kabut biru

………….

Ke Jakarta aku kan kembali
Walaupun apa yang kan terjadi

 

 

Meski saya nggak terlalu hafal, cuplikan lagu diatas yang dibawakan Koes Plus beberapa tahun lalu mungkin cukup dekat dengan kehidupan orang di Jakarta.. :) Baca selebihnya »

PON 2008 …

Beberapa waktu lalu, di tahun 2008 ini PON digelar untuk yang kesekian kalinya.

Terasa ada yang begitu berbeda dalam PON kali ini. Pesta Olah Raga Nasional yang jika ditilik dari namanya : “pesta” tentunya harus ada kemeriahan, gemerlap pesta dari seluruh komponen ‘nasional’. Apalagi hal ini didorong pula dengan kesiapan Propinsi Kalimantan Selatan yang telah menyiapkan segara sarana, akomodasi dan kemeriahan sebagai tuan rumah PON kali ini.

Apa yang menyebabkan hal ini terjadi ? Menurut saya, hampir seluruh stasiun televisi menyediakan porsi yang sangat kecil untuk menayangkan liputan mengenai PON ini. Satu-satunya televisi yang menayangkan adalah TVRI. Sedangkan stasiun TV yang lain lebih memilih menayangkan sinetron dan berbagai acara ringan lainnnya, terutama di waktu prime time.

Hal ini tentunya mendorong merosotnya ‘tingkat gengsi’ para generasi muda akan sosok seorang atlit. Bagi generasi muda saat ini, yang hebat adalah yang bisa main band, jadi artis dan semacamnya.

Benar memang jika kita bisa jadi pemain band terkenal atau jadi artis, tentunya hal itu bisa mendatangkan uang yang berlimpah. Sedangkan jika jadi atlet, dengan usaha yang tentunya lebih keras, ternyata tidak menjamin kehidupan akan mapan secara ekonomi.

Dengan keadaan yang demikian, bagaimana dunia olah raga Indonesia bisa maju ?

Ayo donk pemerintah … mainkan tangan besimu untuk mendorong majunya dunia olah raga tanah air… sudah saatnya Indonesia meraih kembali kejayaan dalam dunia olah raga seperti yang pernah terjadi di era Yayuk Basuki, Rudi Hartono, dll…..