Oleh: Wenang Paramartha | September 7, 2008

lulus … what next ???

Kemarin dan hari ini saya melaksanakan suatu bagian pekerjaan rekrutmen, yakni wawancara para kandidat yang telah lulus beberapa tes sebelumnya. Dari kesekian kandidat, saya melihat bahwa para lulusan S1 seakan belum memiliki orientasi yang jelas mengenai rencana, apalagi tujuan mereka setelah lulus kuliah. Rencana dan tujuan yang saya maksud adalah, mereka tidak memiliki bayangan mengenai apa yang akan mereka lalukan setelah lulus.

Akan mencari kerja, setidaknya itulah yang mereka rencanakan. Namun secara spesifik, pekerjaan apa yang ingin mereka raih, kebanyakan belum dapat menyebutkan secara pasti. :)

Jika ada satu atau dua orang yang dapat menyebutkan bentuk pekerjaan yang ingin diraih, ternyata mereka belum melakukan usaha untuk memenuhi kompetensi yang dibutuhkan untuk bidang pekerjaan tersebut.

So, apa yang telah dipelajari dari bangku kuliah nampaknya belum transformatif pada dunia nyata, yang menyiapkan seorang sarjana untuk menjalani kehidupan selanjunya ... at least : bekerja.

Dengan bentuk yang demikian, adalah sesuatu yang sangat penting bagi setiap lulusan untuk memikirkan ingin jadi apa mereka setelah lulus nantinya dan selanjutnya menyiapkan diri untuk memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk cita-cita tersebut.

Hal kedua yang cukup menggelitik bagi saya adalah bahwa ketika seseorang ditanya mengenai kelebihan dan kekurangan, dapat dipastikan ada kesulitan menjawab. Padahal, dengan kita memahami apa kelebihan yang dimiliki, maka kita bisa membuat langkah-langkah untuk melakukan reinforce terhadap kelebihan tersebut sehingga membuat kita unggul dibanding orang lain. Demikian pula jika kita memahami mengenai kelemahan yang dimiliki, maka kita bisa pula membuat langkah-langkah guna memperbaiki kelemahan tersebut sehingga apa yang menjadi kelemahan dapat diperbaiki, dan selanjutnya diminimalisir untuk muncul dalam perilaku.

Kesimpulannya, kita harus segera berdialog dengan diri sendiri, menelusuri apa yang sebenarnya menjadi kelebihan dan kelemahan kita, dan selanjutnya membuat langkah-langkah untuk menguatkan kelebihan dan memperbaiki kelemahan yang dimiliki.

Melalui cara inilah kita bisa memaksimalkan potensi yang kita milki sebagai insan luar biasa.


Tanggapan

  1. Lagi2 salah pemerintah kah??
    Kabarnya kurikulum pendidikan di Indonesia termasuk berat bobotnya,tapi para siswa tetap gak bisa mengenali potensi dirinya sendiri..

  2. S1 lebih fokus ke teoritis berbeda dengan D3 yg focus di praktik dan memang dipersiapkan tuk siap kerja


Beri tanggapan

Your response:

Kategori