Beberapa waktu lalu, di tahun 2008 ini PON digelar untuk yang kesekian kalinya.
Terasa ada yang begitu berbeda dalam PON kali ini. Pesta Olah Raga Nasional yang jika ditilik dari namanya : “pesta” tentunya harus ada kemeriahan, gemerlap pesta dari seluruh komponen ‘nasional’. Apalagi hal ini didorong pula dengan kesiapan Propinsi Kalimantan Selatan yang telah menyiapkan segara sarana, akomodasi dan kemeriahan sebagai tuan rumah PON kali ini.
Apa yang menyebabkan hal ini terjadi ? Menurut saya, hampir seluruh stasiun televisi menyediakan porsi yang sangat kecil untuk menayangkan liputan mengenai PON ini. Satu-satunya televisi yang menayangkan adalah TVRI. Sedangkan stasiun TV yang lain lebih memilih menayangkan sinetron dan berbagai acara ringan lainnnya, terutama di waktu prime time.
Hal ini tentunya mendorong merosotnya ‘tingkat gengsi’ para generasi muda akan sosok seorang atlit. Bagi generasi muda saat ini, yang hebat adalah yang bisa main band, jadi artis dan semacamnya.
Benar memang jika kita bisa jadi pemain band terkenal atau jadi artis, tentunya hal itu bisa mendatangkan uang yang berlimpah. Sedangkan jika jadi atlet, dengan usaha yang tentunya lebih keras, ternyata tidak menjamin kehidupan akan mapan secara ekonomi.
Dengan keadaan yang demikian, bagaimana dunia olah raga Indonesia bisa maju ?
Ayo donk pemerintah … mainkan tangan besimu untuk mendorong majunya dunia olah raga tanah air… sudah saatnya Indonesia meraih kembali kejayaan dalam dunia olah raga seperti yang pernah terjadi di era Yayuk Basuki, Rudi Hartono, dll…..
bener tuh,olahragawan msh menempati kasta yg rendah.Udah reputasi Indonesia buruk krn lemahnya hukum,eh di Ajang olahraga juga gak ada gaungnya..
Oleh: Banua on September 7, 2008
at 1:17 pm