Oleh: Wenang Paramartha | Juni 25, 2015

Kelola Orang Adalah yang Terpenting

Ada sesuatu yg menarik bagi saya di hari ini yg ingin saya share-kan disini.

Dalam Bulan Ramadhan ini, secara “dadakan” agak diluar rencana, dikarenakan ada kasus kecelakaan yg cukup banyak belakangan ini (di perusahaan saya mengelola sekitar 450 truk mixer dg 850an pengemudi) manajemen meminta agar Tim yg saya pimpin melaksanakam kegiatan Training Safety Driving bagi seluruh pengemudi (850 orang) yg harus selesai sebelum lebaran.
Disamping itu, tim juga harus mengelola pelaksanaan training internalisasi Budaya Perusahaan bagi 300 orang (berbagai level), juga sebelum lebaran.

Sesuatu yg menjadi pelajaran bagi saya adalah, dalam pekerjaan semacam ini, disamping bicara kemampuan melakukan training (safety driving dilakukan internal, jadi di awal harus TOT dulu untk para pengajar), lebih ditekankan lagi kemampuan untuk mengelola kegiatan, dimana hal ini sangat mirip dengan mengelola kepanitiaan jaman dikampus dulu.

Salah satu even besar yg saya pernah terlibat adalah ospek / mob yg setiap tahun dikelola adalah sekitar 350 orang.

Pengalaman menjalani segala kerepotan ketika kuliah dulu, krasa manfaatnya sekarang.
Koordinir peserta, koordinir tim, arrange waktu, kejar deadline, konflik antar anggota, dll. … Ketika sekarang menghadapi lagi kondisi semacam itu, ibarat tape recorder, serasa di-rewind saja.

Bersyukur dulu sempat terlibat hal2 macam itu dikampus.

Yg ingin saya sampaikan kepada teman2 yg masih dikampus, adalah pertanyaan : berapa jumlah orang terbanyak yg pernah dikelola selama dikampus ?

Dan setelah lulus nanti, apa yg bisa dikatakan kepada diri sendiri “aku pernah kelola acara yg melibatkan …… Orang”

Dan kalau misalnya ingin kerja di perusahaan, diwal wawancara, bisakah saya MENGATAKAN yg diatas tadi ? ……

Tiap orang punya keunggulan di bidang masing2. Ada yg unggul di bidang teknologi, ada yg minat di seni dan budaya, ada juga dibidang treatment kecantikan, ada yg suka wirausaha, ada juga yg senang bisnis shg mulai jualan buah sampai jadi Kontraktor bangunan dilakoni, dll…

Dalam industri, sering disebut-sebut aspek yg penting dan menentukan adalah Man, Material, Mesin, Money, Methode. Tapi, ternyata ujung2nya kita akan berhadapan dengan Man (orang)
Orang lah yg akan menjalankan Money, methode, material dan mesin. Maka, mumpung masih dikampus, merupakan suatu kesempatan emas untuk mulai belajar mengelola Orang.

Di kampus fakultas psikologi, ketika kita ahli psikodiagnostik ataupun Klinis, kita bisa buka lembaga yg pekerjakan teman2 kita untk jadi terapis atau psikolognya. Dan kita mampu krn sudah biasa kelola orang.

Tapi kalau yg didalami hanya aspek keilmuannya saja, maka kita akan bekerja di lembaga teman kita sebagai terapis atau psikolognya🙂

Semoga bermanfaat.

Oleh: Wenang Paramartha | Juni 25, 2015

Kaitan hasil psikotes dengan kinerja unggul seseorang

Suatu hari seorang teman tiba-tiba kirimkan pertanyaan kepada saya seperti ini, “Mas wenang, aku blh tanya ndak. berapa persen akuratnya psikotes thdp performence kerja sso?” Mendapat pertanyaan seperti itu, pendapat yg bisa saya berikan adalah bahwa Tanpa data, hanya by filing, kira-kira 50% saja apabila ditinjau antara seluruh populasi yg punya hasil “baik” dibandingkam pencapaian kinerja. Yang dimaksud baik disini adalah terdapat kesesuaian antara profil kepribadian seseoramg dengan yang dibutuhkan organisasi. Ternyata pertanyaan berlanjut, “Pernah gak mas menemukan case dimana hasil psikotesnya tuh elek (bkn krn sakit ya mas) tapi dikerjaan dia bagus..?” Dari yang saya alami, saya bisa sampaikam bahwa seandainya Kita asumsikan bahwa psikotesnya akurat (hasil psikotes dinyatakan baik bukan karena salah skoring, efek belajar psikotes, ketika tes sedang sakit, dll) memang banyak yg seperti itu. Tapi dia berkinerja baik ya hanya untuk pekerjaan yg skrg dipegang itu saja. Sulit dikembangkan untk yg bidang lain yg barangkali punya karakteristik berbeda dengan yang dijalani saat ini karena kapasitasnya yang bersangkutan adalah sebagaimana digambarkan dari hasil psikotes. Banyak pendapat mengatakan bahwa yang paling berperan dalam menentukan keberhasilan seseorang adalah Tergantung bagaimana lingkungan mengasahnya. Disisi lain, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa psikotes lebih berperan penting karena dapat digunakan sebagai alat prediksi keberhasilan seseorang di masa depan. Nah, agar seimbang dan mengasilkan pengembangan SUmber Daya Manusia yang optimal, kedua pendapat diatas harus dikolaborasikan Kita harus fokus (lebih fokus) mengembangkan orang2 yg berpotensi baik (cocok dengan kebutuhan organisasi) karena kemungkinan keberhasilannya lebih besar dibandingkan mengembangkan orang yg potensinya kurang baik (kurang sesuai dengan kebutuhan organisasi). Maka dari itu, asesmen center sangat penting pengelolaannya berjalan searah dengan learning and development. Asesment mantap tapi program learning and development kurang, akan tidak efektif hasilkam sumber daya manusia yang berkinerja unggul. Apabila kedua hal diatas sudah terpenuhi, harus diimbangi juga dengan Compensation and Benefits yg kompetitif. Klo tidak, kita hanya akan kembangkam orang agar unggul dan setelahnya dia akan keluar dari organisasi karena nilai jualnya yang naik.

Oleh: Wenang Paramartha | Maret 12, 2012

Kerja Keras VS Kerja Cerdas

 

Ketika seorang teman menyampaikan keluh kesah, dan beberapa kali terucap beberapa sumpah serapah, bahkan sempat juga terdengar semacam ikrar untk berbuat sesuatu yang sesungguhnya negatif…
Tiba-tiba terlintas sebuah ingatan mengenai kaitan antara pikiran – perkataan – tindakan – kebiasaan – karakter – nasib. (Sebuah postingan di grup tentang percakapan seseorang dengan Dalai Lama)
Dikatakan bah…wa hati-hatilah dengan pikiran krn akan memunculkan perkataan, dan perkataan bisa memunculkan tindakan,..Tindakan yang berulang menjadi kebiasaan, dan kebiasaan akan membentuk karakter, dimana karakter akan menentukan bagaimana diri ini hidup.
Terlepas dari lamunan, segera tersadar bahwa saat mendengarkan teman yang sedang berkeluh kesah, apalagi menggunjingkan orang lain…Adalah sangatlah nikmat rasanya … tiba-tiba diri ini menjadi hebat,..Karena… Ternyata ada lho… Orang lain (tokoh yg digunjingkan) yang sangat buruk, dan bahkan lebih buruk dari diri ini.
Setelah dikait-kaitkan lagi, ternyata cara paling enak dan mudah untk membuat diri menjadi eksis bin hebat adalah dengan cara menggunjingkan, menjelekkan orang lain.
Namun, sayangnya meningkatkan kehebatan melalui cara ini hanyalah sementara, dan imajiner…Setelah acara bergunjing selesai, selesai pulalah kehebatan imajiner itu dan diri terbangunkan dalam kondisi yang masih seperti semula, belum beranjak kemana-mana.
So, besok-besok daripada menghabiskan waktu untuk kehebatan imajiner itu, lebih baik seperti kata Pak Dahlan Iskan… “Ayo Kerja Keras…” Karena ternyata hanya lewat jalan inilah kehebatan hakiki bisa beneran diraih.
Tapi, bagaimanakah dengan slogan “lebih baik kerja cerdas daripada kerja keras?”
Hmmm…
Daripada repot memikirkan lebih baik mana, dan akhirnya jadi sibuk berfikir tanpa beranjak kemana-mana, mendingan segera kerja keras. Karena setelah kerja keras, akan segera tercetus tentang bagaimana Bekerja Cerdas.
Oleh: Wenang Paramartha | November 3, 2009

LEBARAN 2009

Kamis, 17 Okt 2009
Sebelum berangkat, disempet-sempetin dulu ke toko onderdil di daerah Jl. Saharjo — beli tabung air semprotan wiper, karena yang ada di mobil bocor dan udah diperbaiki berkali-kali tidak membuahkan hasil.
Begitu beli (harga Rp. 60.000 termasuk pompa penyemprot), langsung dipasang ……
Ganti Tabung Air Wiper

Begitu selesai dipasang,… dicoba dunks…
Ealah… ternyata air yang diidam-idamkan bisa menyembur keluar dari lubang semprotan tak kunjung menyembur…. Baca Lanjutannya…

Oleh: Wenang Paramartha | Agustus 24, 2009

KEINDAHAN JAKARTA DARI PUNCAK ….

Beberapa waktu lalu, karena urusan pekerjaan,… saya berkunjung ke sebuah proyek pembangunan gedung bertingkat di daerah Sudirman Jakarta.

Salah satu bisnis perusahaan tempat saya bekerja adalah proyek pembangunan gedung bertingkat. Setiap hari, obrolan rekan-rekan di kantor adalah tentang proyek…proyek…proyek…

Sayangnya, saya belum pernah sekalipun tahu, berkunjung, atau melihat dari dekat… seperti apa sih yang namanya proyek high risk buliding itu …. Baca Lanjutannya…

Oleh: Wenang Paramartha | Agustus 1, 2009

TIPS BELI LAPTOP BEKAS

Tips beli laptop bekas (berdasar pengalaman saja) :

1. Perhatikan Batterai … Caranya, charge battrai laptop smpai penuh. Lalu, pakai laptop untuk setel film pake VCD / DVD (sekalian tes CD/DVD romnya). perhatikan indikator batterai di sudut kanan bawah. Kalo menunjukkan > 1 jam, bagus (Laptop bekas dengan batterai bisa > 1 jam dah lumayan). Tapi tetap perhatikan, selama sekitar 10 menit, penurunan estimasi waktunya menurun drastis ato nggak. … Kalo terlihat turun drastis, berarti battre bermasalah (harga batre lumayan mahal. sekitar 500-800rb an).

Indikator Battray
Baca Lanjutannya…

Oleh: Wenang Paramartha | April 28, 2009

MY FIRST CAR

My First Car

Hmmm … Setelah memimpikan sekian lama, Alhamdulillah kesampaian juga punya mobil … beli sendiri, pake sendiri…

Tanggal 27 Februari 2009 …

Di hari itu, motor dah sekian lama ditayangkan dalam iklan untuk dijual … tapi, kok ya nggak laku-laku…
Motor Thunder warna hitam 05 … niatnya dijual untuk beli mobil. So simple … Baca Lanjutannya…

Oleh: Wenang Paramartha | Desember 8, 2008

OUTSOURCING DAN PKWT

Sistem Outsourching

Diawal, saya rasa perlu menguraikan terlebih dulu dasar filosofi tentang keberadaan sistem outsourching

Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, seringkali terdapat pekerjaan yang sifatnya proyek. Artinya, pekerjaan itu hanya ada selama pengerjaan suatu proyek, dan akan berakhir ketika proyek tersebut berakhir. Oleh karena itu, untuk perusahaan-perusaha an yang bisnisnya sebagian besar berupa proyek-proyek, misalnya : perusahaan konstruksi (proyek pembangunan infra struktur), Event Organizer (pekerjaan hanya ketika ada event) cenderung akan membutuhkan banyak tenaga kerja ketika proyek berlangsung, dan memiliki kebutuhan untuk mengakhiri hubungan kerja dengan para pegawainya ketika proyek selesai. :) Baca Lanjutannya...

Oleh: Wenang Paramartha | Desember 4, 2008

STRATEGI PERUSAHAAN DAN FRESH GRADUATE

Suatu kata seorang rekan Berkata :
"Biasanya perusahaan itu kan butuh orang yang biasanya udah "siap pakai".
Pertanyaan saya adalah bagaiamana yah atau apa yang bisa kita lakukan
supaya para user ini mau ngasih sedikit waktu untuk ngajarin teman2 yang
baru lulus? Walau kita tau pekerjaan selalu banyak setiap harinya :(
Tempat saya bekerja jarang banget nerima yang fresh graduate karena yah
itu...susah ngajarinnya? " :) Baca Lanjutannya...

Oleh: Wenang Paramartha | September 12, 2008

Jakarta oh Jakarta … manusia kok seperti baut …

Disana rumahku

Dalam kabut biru

………….

Ke Jakarta aku kan kembali
Walaupun apa yang kan terjadi

 

 

Meski saya nggak terlalu hafal, cuplikan lagu diatas yang dibawakan Koes Plus beberapa tahun lalu mungkin cukup dekat dengan kehidupan orang di Jakarta.. :) Baca Lanjutannya...

Older Posts »

Kategori